Melihat kedatangan ayahnya dalam kondisi yang tak sempurna dan sangat mendadak, Mi Soo kaget bukan main. Ayah memanggil-manggil namanya sambil berteriak-teriak senang, namun Mi Soo tidak mampu terseyum, tertawa, bahkan berkata-kata.
Mi Soo protes kepada ibunya dan Tae Gab. Tindakan ibunya dan Tae Gab yang merahasiakan kepulangan ayahnya membuatnya semakin merasa bersalah. Mi Soo merasa sangat terpukul dengan keadaan keluarganya yang terus ditimpa kemalangan hanya demi cita-citanya menjadi pegolf professional. Hati nuraninya berontak. Mi Soo memutuskan untuk mengurungkan niatnya mengikuti training camp.









