Jang Myeong Hoon menerima ajakan Jang Mi Ri untuk makan malam bersama. Myeong Hoon mengajak Mi Ri mengunjungi sebuah tempat terlebih dulu. Ternyata Myeong Hoon mengajak Mi Ri ke rumah sakit tempat ibunya dirawat. Myeong Hoon memang berniat untuk memperkenalkan Mi Ri kepada ibunya.
Kesempatan ini tidak disia-siakan Mi Ri. Mi Ri berlaku manis dan penuh sopan santun di depan ibu Myeong Hoon. Bahkan Mi Ri rela membantu ibunya untuk buang air kecil. Dari luar kamar rumah sakit, Myeong Hoon melihat semua yang dilakukan Mi Ri. Myeong Hoon terharu. Myeong Hoon merasa sepertinya dia telah menemukan wanita yang tepat baginya dan bagi ibunya.
Saat di antar pulang, Mi Ri menanyakan Myeong Hoon apakah langsung pulang ke rumah atau ke hotel. Myeong Hoon menjawab karena malam itu adalah malam terakhir cek dan ricek berkas kepegawaian semua karyawan, jadi ada beberapa faks terakhir yang harus diterima. Mi Ri yang memang malam itu sudah berniat untuk pergi Hotel A akhirnya menggunakan strategi lain.
Mi Ri membeli bekal makanan untuk diberikan kepada Myeong Hoon. Saat sampai ke ruang kantor Myeong Hoon, Myeong Hoon ternyata sedang keluar. Tidak ingin membuang waktu, Mi Ri langsung memeriksa semua faks yang ada di meja Myeong Hoon.
Keterangan dari Universitas Tokyo bahwa ijazah atas nama Jang Mi Ri tidak terkonfirmasi ternyata masih ada di print-out mesin faks. Mi Ri menemukannya terlebih dulu. Di saat yang bersamaan, Myeong Hoon telah kembali ke ruangan.
Meski terkejut, Mi Ri mampu mengendalikan diri. Mi Ri buru-buru melipat kertas konfirmasi tersebut ke dalam lipatan koran yang juga ada di atas meja Myeong Hoon. Mi Ri pun segera menjelaskan bahwa saat dia masuk sambil membawa bekal, tidak ada orang, dan sambil menunggu, dia sedikit merapihkan meja kerja Myeong Hoon. Merasa begitu diperhatikan, Myeong Hoon tersenyum bahagia.
Apa yang dicari sudah didapat, Mi Ri pamit. Mi Ri beralasan takut dilihat staf lain. Karena jika seperti itu, baik Mi Ri maupun Myeong Hoon akan berada pada posisi yang sulit. Myeong Hoon memahami maksud Mi Ri.
Sebelum turun, Mi Ri masuk ke ruang kantornya sendiri. Dengan mengetik ulang, menggunting, dan menempelkannya, Mi Ri merubah tulisan “tidak terkonfirmasi” menjadi “telah terkonfirmasi”. Lalu Mi Ri fotocopy konfirmasi palsu tersebut sehingga tidak terlihat bekas tempelannya. Setelah itu Mi Ri faks-kan surat konfirmasi tersebut ke nomor faks ruang kantor Myeong Hoon. Sempurna!